​

Orang Australia Lebih Sadar Pandemi Dari Pada Masyarakat Indonesia, Fakta atau Rumor?

In Melbourne

Beberapa bulan lalu aku sempat menghabiskan waktu hamper 3 bulan di negeri Kangguru alias Australia. Namun, memasuki bulan Februari akhir, wabah virus corona sudah menginfeksi sejumlah Negara termasuk Australia. Pemerintah Australia melakukan banyak upaya untuk meminimalisir penyebaran virus yang menyerang system pernafasan atau paru-paru ini. Beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah Australia seperti menutup restaurant, pusat pembelanjaan, tempat wisata  dan beberapa tempat lainnya. Memperketat persyaratan orang yang masuk ke Australia. Dan melarang masyarakat untuk berpergian. Bahkan diawal-awal pengumuman pandemic, warga hanya diperbolehkan keluar rumah saat mau berbelanja, itupun harus ijin ke polisi yang berjaga di setiap kawasan. Cukup menegangkan dan tegas pertauran yang dibuat oleh pemerintah Australia. 

Meski demikian, pemerintah Australia bertanggung jawab penuh terhadap warganya dengan cara mengganti rugi bagi mereka yang harus di PHK, juga memberi keringanan biaya-biaya seperti pajak kepada para pengusaha, bahkan memberi tunjangan kepada setiap warganya. 

Pertama kali merasakan situasi pandemi di negeri orang membuat aku berfikir, pandemic adalah bencana dunia yang mampu merubah tatanan hidup didunia. Dan aku respek dengan pemerintah setempat yang tegas, transparansi, tanggap juga bertanggung jawab saat menangani situasi pandemic.

Mungkin karena keterbukaan infromasi terkait virus corona dan juga sikap tegas serta tanggap dari pemerintah membuat warga Australia lebih sadar diri terhadap bencana ini. Tidak banyak yang berpergian, bahkan bandarapun terlihat sepi. melakukan social distancing dimanapun, dan saat panic buying pun mereka tidak pernah melakukan penimbunan hingga menaikan harga. 

Berbeda halnya saat aku pulang ke Indonesia. Saat aku memasuki Ngurah Rai Airport mungkin sedikit tidak terlalu ramai, tapi saat aku memasuki penerbangan domestic, sempet kaget karena pesawat Citylink yang aku tumpangi itu full seat. Tidak ada social distancing dan belum ada protocol kesehatan. Sampai di Juanda Airport juga tetep sama tidak ada perubahan. Masih banyak calo yang agresif mencari penumpang dan banyak juga yang tidak memakai masker. 

Saat dunia sedang gonjang ganjing dengan virus corona dan banyak Negara yang lockdown, Indonesia masih calm down. Pemerintah masih membahas membahas dan membahas  soal memilih lockdown atau tidak. 

Disini kita msih tahu, bagaimana perbedaan situasi pandemic di negeri Australia dengan Indonesia. Menurut kalian lebih sadar mana Australia atau Indonesia??

Baca artikel aku selanjutnya yaaa  atau tonton video aku Speak Up Episode Perbedaan Situasi Pandemi di Australia dengan Indonesia.

Love , Mey